Menghindari Kredit Macet Pinjaman Dana melalui Fintech Pendanaan

AFPI

Bagikan:

Mengajukan pinjaman dana bisa menjadi alternatif solusi bagi Anda yang membutuhkan dana tambahan likuid untuk berbagai keperluan, mulai dari modal usaha, ataupun kebutuhan pribadi. Tentunya, hal ini tidak menjadi masalah besar selama Anda sanggup melunasi tepat waktu. Namun, bukan berarti tanpa risiko sama sekali. Salah satu masalah besar yang bisa terjadi adalah timbulnya kredit macet. 

Apa Itu Kredit Macet? 

Kredit macet sering disebut juga gagal bayar. Kondisi ini biasanya dialami oleh debitur (peminjam) yang meminjam dana berjumlah besar yang kemudian timbul kesulitan untuk melunasi. Hal ini terjadi karena saat masa cicilan, debitur tidak memiliki dana yang menyebabkan terjadinya penundaan, meminta perpanjangan, atau bahkan mangkir dari jadwal pembayaran. 

Kredit macet bisa terjadi dalam jenis pinjaman apa pun, dari kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), maupun pinjaman online melalui platform fintech pendanaan. Biasanya, apabila terjadi keterlambatan pelunasan cicilan dalam waktu 6 bulan, status kredit Anda akan berubah menjadi "kredit macet". 

Penyebab terjadinya kredit macet biasanya muncul tak hanya karena ketidaksanggupan pelunasan dari pihak debitur saja. Dalam satu kondisi, beberapa kreditur menawarkan pinjaman dana yang terlalu besar tanpa melihat kesanggupan dari debitur. Ini yang terjadi jika Anda meminjam dana dari pinjol ilegal

Dampak Kredit Macet

Lalu apa saja dampak dari kredit macet? 

Dampak tak hanya dirasakan oleh debitur yang terbebani dengan jumlah tunggakan. Debitur akan mendapatikan blacklist dan memiliki riwayat merah dalam sistem pinjaman dana, yang disebut dengan SLIK OJK, yang nantinya akan sulit untuk mengajukan pinjaman lain di masa depan. 

Selain itu, kreditur akan kekurangan dana dan menghambat usaha kreditur.

Kredit macet juga menjadi ancaman bagi ekonomi negara. Kenapa? Jika kredit macet dialami banyak debitur, jasa peminjaman akan meningkatkan struktur permodalan usahanya. Caranya dengan menekan pengajuan kredit dan mengurangi penyaluran kredit dari berbagai sektor, hal ini akan memengaruhi perkembangan ekonomi negara.

Setelah mengetahui penyebab dan dampak kredit macet, kondisi tersebut tentunya harus dihindari oleh Anda. Bagaimana cara menghindari kredit macet?

Tip Menghindari Kredit Macet

Kredit macet menjadi mimpi buruk bagi debitur. Bagaimana tidak? Pihak dari jasa pinjaman akan terus menagih selama tagihan atau cicilan tidak dibayar. Belum lagi, pihak peminjam dana juga akan terbebani denda tambahan, yang seharusnya tak perlu.

Karena itu, untuk menghindari hal tersebut, simak tip berikut ini.

Sesuaikan dana pinjaman dengan kebutuhan dan kemampuan

Perlu diingat, Anda harus memperhitungkan terlebih dahulu jumlah dana yang Anda butuhkan dan kemampuan Anda dalam melunasinya. Usahakan dana pinjaman yang diajukan tidak jauh lebih besar dibanding kebutuhannya. 

Kemampuan finansial yang ideal yaitu besaran utang tidak lebih 30% dari penghasilan Anda saat ini. Pastikan untuk mempersiapkan pelunasan cicilan utang 30% dari gaji atau penghasilan. Dengan begitu, tidak ada dana yang perlu dikorbankan dari kebutuhan harian.

Intinya, Anda harus membuat rencana finansial dengan matang dan terstruktur. Termasuk anggaran untuk investasi, asuransi, dana darurat, sampai hiburan.  

Minimalkan berutang untuk kebutuhan konsumtif

Mengajukan pinjaman dana memang diperbolehkan untuk siapa saja dan digunakan untuk apa saja. Tetapi, sebaiknya Anda berutang untuk kebutuhan produktif saja, misalnya untuk modal usaha, membeli peralatan bekerja, investasi properti, dan lainnya. 

Dengan begitu, pinjaman akan bermanfaat dan perlahan akan mengembalikan modal usaha yang dipinjam. 

Sebaiknya, minimalkan utang dengan tujuan konsumtif. Bukannya tidak boleh, tetapi Anda harus melakukannya dengan pertimbangan yang bijak. Pastikan, Anda mampu membayarnya. 

Pastikan, bukan hanya untuk memenuhi gaya hidup yang tidak menghasilkan apa-apa selain pemborosan.

Bayar utang tepat waktu

Tepat waktu menjadi salah satu hal yang harus ditepati karena terlampir dalam kontrak perjanjian. Terlebih, jika meminjam dana melalui platform fintech lending, maka akan dikenakan denda keterlambatan yang membuat jumlah utang semakin membesar.

Dikenakan denda, akan menyebabkan tunggakan dan jumlah cicilan pada bulan berikutnya semakin besar. Apalagi jika lebih melewati batas kemampuan bayar Anda.

Tip Mengatasi Kredit Macet

Jika kredit macet sedang Anda hadapi saat ini, tenangkan diri Anda. 

Jangan hindari telepon dari pihak jasa pinjaman karena menghindari telepon hanya akan menambah masalah. Jasa pinjaman akan berpikir Anda lari dari tanggung jawab pelunasan. Jika terus begitu, boleh jadi mereka dengan segera mengutus debt collector untuk singgah ke tempat Anda.

Lebih baik, Anda berinisiatif untuk datang ke kantor jasa pinjaman atau menghubungi melalui kontak yang sudah disediakan, kemudian beri penjelasan atas kondisi Anda yang sedang dialami. Ajukan restrukturisasi pinjaman kepada bank sebagai upaya memperbaiki aturan perkreditan. 

Umumnya, terdapat tiga jenis restrukturisasi yang dapat diberikan pada debitur dalam kondisi kredit macet.

Penjadwalan Ulang (Rescheduling)

Jangka waktu pinjaman atau kredit untuk pelunasan cicilan dan bunganya dikenal juga dengan istilah tenor. Restrukturisasi kredit macet artinya pihak jasa pinjaman akan menyesuaikan dan mengatur ulang tenor pinjaman Anda agar bisa kembali mencicil pembayaran kredit. Rescheduling yang disepakati pihak jasa pinjaman akan membantu memperpanjang tenor debitur agar angsuran yang mesti dibayar semakin ringan.

Tentunya, perpanjangan tenor akan disesuaikan dengan kemampuan bayar debitur. 

Persyaratan Kembali (Restructuring)

Pihak jasa pinjaman dapat mengubah syarat-syarat menyesuaikan dengan kondisi nasabahnya terutama saat kredit macet, hal ini disebut dengan restructuring. 

Perubahan syarat tersebut mencakup perubahan jangka waktu, jadwal pembayaran, dan lainnya. Perlu diingat, persyaratan dapat dilakukan dengan tidak mengubah maksimum plafon kredit. Jadi, walaupun terdapat perubahan, namun nasabah diharapkan mampu membayar pinjaman pokok. 

Penataan Kembali (reconditioning)

Reconditioning diartikan sebagai upaya pihak jasa pinjaman untuk mengubah kondisi kredit agar meringankan tunggakan debitur yang kredit macet. 

Pihak kreditur dapat menambah fasilitas kredit, konversi tunggakan menjadi kredit baru sampai penjadwalan dan persyaratan kembali. Selain itu, kreditur dapat menurunkan suku bunga debitur agar nasabah tersebut mampu melunasi utang pokoknya. 

Keringanan lain bisa jadi ditawarkan oleh kreditur adalah pembebasan beban bunga, artinya debitur hanya perlu melunasi pinjaman pokoknya. Namun, hal ini terjadi apabila kondisi debitur sudah sangat kritis hingga dianggap tidak mampu lepas dari kredit macet.

Tip di atas dapat Anda gunakan sebagai bahan untuk menindaklanjuti kondisi kredit macet. Sebelum terjadi, pastikan Anda sudah memiliki rencana finansial yang matang agar tidak merepotkan atau bahkan menjadi mimpi buruk di kemudian hari.