Trik Mengembangkan Dana di Fintech Pendanaan untuk Pekerja Lepas Alias Freelancer

AFPI

Bagikan:

Mengembangkan dana menjadi salah satu hal penting dalam perencanaan keuangan untuk masa depan bagi setiap orang. Tak ketinggalan juga bagi para pekerja lepas alias freelancer.

Meski demikian, pola penghasilan yang tidak teratur yang dimiliki oleh para freelancer menjadikannya harus cukup hati-hati untuk membuat perencanaan keuangan. Beda banget dengan mereka yang bekerja kantoran, full time 9 to 5. Penghasilan yang didapat rutin, dengan nominal yang relatif tetap, sehingga akan lebih mudah untuk menentukan alokasi dana untuk bisa dikembangkan.

Seorang pekerja lepas, atau freelancer, harus menghadapi dua jenis ketidaktetapan terkait penghasilannya ini. Tidak tetap jumlahnya, karena biasanya penghasilan didapatkan sesuai besar kecilnya proyek. Dan tidak tetap juga waktu untuk mendapatkannya. Adalah biasa bagi seorang freelancer menghadapi situasi yang kadang job bisa datang bertubi-tubi dan lantas esoknya sepi. Kadang dalam satu bulan bisa gajian sampai empat kali, tapi bulan berikutnya harus menahan diri.

So, perlu ada beberapa trik khusus jika seorang freelancer bermaksud untuk mengembangkan dana, terutama jika ingin memanfaatkan fintech pendanaan alias P2P Lending.

Tip Mengembangkan Dana untuk Freelancer di Fintech Pendanaan

1. Tentukan tujuan pengembangan dana

Mau ngapain aja, kita perlu melakukannya dengan tujuan. Supaya apa? Supaya apa pun yang kita lakukan itu dapat kita petik manfaatnya. Begitu juga dengan aktivitas mengembangkan dana.

Mulailah dengan menentukan tujuan Anda mengembangkan dana di fintech lending. Apakah Anda ingin mendapatkan ekstra income? Atau mungkin, ada tujuan lain, seperti untuk memupuk dana menikah atau demi mengumpulkan dana DP rumah?

Memang ada banyak tujuan yang bisa dicapai dengan mengembangkan dana di fintech pendanaan. So, tentukan tujuan Anda, agar Anda lebih baik dalam merencanakan dan merealisasikannya.

2. Tetapkan porsi

Salah satu prinsip pengembangan dana yang harus diperhatikan adalah jangan menggunakan uang ‘panas’, artinya dana yang sudah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan pokok, rutin, atau yang sudah jelas peruntukannya, yang akan mendatangkan risiko besar bagi Anda jika dipakai tidak pada tempatnya. 

Begitu juga jika Anda ingin mengembangkan dana di fintech pendanaan. 

Pastikan Anda hanya menggunakan dana yang memang ditujukan untukk dikembangkan; bukan uang untuk membeli beras atau susu untuk anak, juga bukan uang arisan, atau uang hasil menggadaikan BPKB kendaraan.

Kembangkan dana sesuai kemampuan, karena itu, tetapkan alokasi atau porsinya sesuai kondisi finansial Anda. Tak perlu memaksakan diri, apalagi jika Anda seorang freelancer dengan penghasilan yang tak tetap.

Prioritas terpenting tetap pada pemenuhan kebutuhan pokok. Jika semua kebutuhan sudah dipenuhi, bolehlah Anda menyisihkan sedikit sesuai bujet untuk dikembangkan di fintech pendanaan.

3. Kenali karakter fintech lending

Aktivitas mengembangkan dana di fintech lending relatif dapat dimasukkan ke dalam jenis risiko tinggi. Apalagi jika dibandingkan dengan instrumen pada umumnya, seperti reksa dana, misalnya. Karenanya, sangat perlu bagi freelancer untuk mengenali dulu berbagai karakter fintech lending, mulai dari keuntungannya hingga risiko-risikonya. 

Perlunya, Anda nanti akan dapat mengelola pendanaan Anda dengan lebih baik jika tahu cara kerja yang benar.

Anda bisa membaca-baca artikel di website AFPI ini untuk tahu seperti apa sebenarnya fintech lending itu. Jangan lupa baca artikel mengenai menjadi lender yang baik, dan juga paham berbagai risiko yang harus dihadapi sebagai pemberi pinjaman dana di platform fintech pendanaan.

4. Lakukan diversifikasi

Risiko pengembangan dana di fintech lending memang relatif tinggi, namun hal ini sepadan pula dengan imbal yang ditawarkan, yang juga relatif cukup tinggi. Karenanya, agar manfaatnya bisa Anda rasakan betul-betul, Anda harus bisa mengelola risiko dengan baik.

Diversifikasi merupakan salah satu cara mitigasi risiko pengembangan dana yang baik. Anda bisa melakukan dua cara diversifikasi. 

Yang pertama, diversifikasi terhadap jenis pinjaman yang Anda berikan dalam platform fintech lending. Jadi, misalnya ketika Anda sudah menentukan porsi pengembangan dana, bagilah dua dana tersebut. Satu bagian bisa Anda kembangkan untuk pinjaman produktif—yang banyak diberikan untuk membantu UMKM Indonesia, sedangkan bagian yang lain bisa Anda kembangkan untuk pinjaman multiguna.

Diversifikasi kedua Anda lakukan terkait jenis instrumennya. Iringi pengembangan dana di fintech lending dengan investasi di instrumen yang lain, misalnya di saham, ataupun di reksa dana yang memiliki tingkat risiko lebih rendah.

Lakukan analisis yang mendalam terkait hal ini ya, sehingga Anda bisa menentukan alokasinya sesuai dengan kebutuhan Anda sendiri.

5. Pastikan keuangan tetap sehat

Pemasukan yang tidak tetap memang merupakan tantangan yang biasa dihadapi oleh freelancer, alias pekerja lepas. Karenanya, seiring aktivitas pengembangan dana yang Anda lakukan, pastikan cash flow Anda tetap lancar.

Pastikan juga, Anda sudah memiliki dana darurat yang cukup, serta proteksi yang memadai, terutama untuk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Nah, bagaimana? Siap untuk mulai mengembangkan dana Anda di fintech pendanaan,  meskipun penghasilan sebagai freelancer tidak tetap? Bisalah ya! Anda pasti bisa.

Semoga sukses.