Manfaat Meminjam Dana: Tak Selamanya Utang itu Buruk

AFPI

Bagikan:

Terlilit utang barangkali memang hal yang harus dihindari. Namun, memiliki utang atau meminjam dana, belum tentu tidak baik. Malahan, ada loh beberapa manfaat utang yang dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik.

Kedua hal tersebut memang dua perkara berbeda. Biasanya juga diawali dengan niat yang berbeda, dan sudah pasti pengelolaan yang berbeda.

Kita sudah sering mendengar betapa buruknya efek utang, hingga kemudian kata ‘utang’ menjadi berkonotasi negatif. Bahkan, sering kali pula diasosiasikan, bahwa punya utang berarti tak mampu secara finansial.

Padahal, tidak selamanya begitu.

Kita perlu melihat dari sisi yang lain. Memang, kadang kita meminjam dana atau berutang lantaran kita ingin mencapai suatu hal atau membeli barang yang di luar jangkauan finansial kita. Namun, catat, ini tidak berarti kita tak mampu secara finansial loh! Justru, ketika kita hendak meminjam dana, kita harus memastikan bahwa kita benar-benar mampu secara finansial. Pasalnya, setelah berutang, muncul pula kewajiban bagi kita untuk mengembalikan pinjaman dana tersebut. Ini terlepas dari bagaimana metode pengembalian ya, tentu saja.

Bahkan, kalau kita meminjam dana di bank, dari pihak bank pun ada S.O.P untuk memastikan bahwa kita mampu membayar kembali pinjaman yang kita dapatkan. Begitu juga dengan fintech pendanaan. Karena itu, ada SLIK OJK, ada agunan, ada pula beban bunga yang tinggi. Kesemua itu merupakan bentuk manajemen pihak pemberi pinjaman untuk memastikan bahwa si peminjam dana dijamin mampu secara finansial.

Dengan demikian, berutang karena tak mampu secara finansial adalah konsep yang kurang tepat. Kita meminjam dana karena kita tak punya uang, juga mindset yang salah.

Lalu, kalau mampu secara finansial, untuk apa orang meminjam dana? Tentu saja, ada banyak alasan. Berikut di antaranya.

Manfaat Utang atau Meminjam Dana

1. Akses untuk memiliki sesuatu di luar jangkauan

Utang memang menimbulkan kewajiban untuk mengembalikan hingga lunas. Tetapi, dengan meminjam dana, hal ini akan memungkinkan Anda untuk dapat memiliki sesuatu yang di luar jangkauan Anda saat ini.

Misalnya saja rumah. Anda bisa saja menabung untuk bisa mendapatkan rumah idaman seharga Rp500 juta. Namun, sampai kapan tabungan Anda dapat terkumpul? Belum lagi, ada inflasi yang ikut memengaruhi harga rumah. Tahun depan, 2 tahun lagi, 5 tahun lagi, harga rumah incaran Anda mungkin sudah tak Rp500 juta lagi, tetapi bisa lebih berkali-kali lipat. Bahkan, bisa jadi, stok sudah habis.

Meminjam dana menjadi salah satu solusi pembiayaan pembelian rumah yang cukup bersahabat. Namun, Anda tentu saja tak bisa serta merta begitu saja mengajukan pinjaman. Ada berbagai syarat yang harus dipenuhi, pun harus melewati verifikasi dari pihak pemberi pinjaman untuk memastikan bahwa Anda memang mampu membayar cicilan pengembalian pinjaman pembelian rumah tersebut.

2. Sarana mengembangkan aset atau modal

Meminjam dana bisa juga menjadi sarana Anda untuk mengembangkan aset. Dengan catatan, barang atau hal yang Anda beli atau dapatkan dengan memanfaatkan utang, harus dapat mendatangkan penghasilan juga bagi Anda.

Misalnya, contoh yang sama. Pembelian rumah seperti pada poin pertama di atas. Rumah yang sudah dapat Anda beli dengan meminjam dana ke pihak bank, misalnya, kemudian Anda sewakan. Jika lokasi memang strategis dan punya berbagai keunggulan, bisa jadi rumah Anda mampu mendatangkan penghasilan dari uang sewa yang lebih besar dari cicilannya.

Dengan demikian, cicilan dapat ditutup dengan uang hasil sewa, sedangkan Anda juga memiliki properti berupa rumah sebagai aset.

Demikian juga halnya, jika Anda meminjam dana di fintech pendanaan, misalnya, untuk keperluan modal usaha. Ada satu sistem pembiayaan yang dapat Anda manfaatkan jika Anda adalah seorang pemilik bisnis yang memproduksi sendiri produk Anda, yaitu invoice financing. Dengan sistem pembiayaan ini, Anda bisa membeli bahan-bahan baku untuk produksi dengan dibiayai dulu dengan dana hasil pinjaman di fintech pendanaan. Nantinya, pinjaman ini bisa dikembalikan jika invoice Anda sudah cair.

Sangat membantu, bukan?

3. Cara disiplin diri

Berutang bisa jadi cara yang cukup efektif untuk memiliki sesuatu terutama jika Anda sulit menabung.

Kewajiban yang muncul dari meminjam dana akan dapat “memaksa” Anda untuk menyisihkan uang setiap bulannya, selama periode tertentu, hingga lunas.

Nah, ternyata ada banyak kan manfaat dari meminjam dana. Memang tak selamanya utang itu buruk. Namun, kita harus dapat melihat dari berbagai sisi.

Ditambah pula, bahwa semua manfaat itu bisa dinikmati kalau Anda memiliki kondisi keuangan yang sehat, pun memiliki dana darurat dan asuransi yang memadai. Tanpa hal-hal tersebut, utang sudah pasti bisa membahayakan.

Manfaatkan fasilitas pinjaman dana ini selagi ada sebijak mungkin. Pastikan, Anda sudah punya tujuan baik sebelumnya. Pastikan syarat-syarat dipenuhi, dan buat skema pembayaran kembali secara komprehensif. Dengan demikian, utang tidak akan melukai Anda.

Nah, selamat mempertimbangkan untuk meminjam dana untuk berbagai keperluan baik ya. Jangan lupa, untuk hanya meminjam dana dari fintech pendanaan legal, yang sudah terdaftar dan berizin OJK. Jangan pernah meminjam dana dari pinjol ilegal, karena dapat membahayakan kesehatan finansial Anda.