Mengelola Modal Usaha yang Didapatkan dari Pinjaman Fintech Pendanaan

AFPI

Share:

Mencari tambahan modal usaha dengan melakukan pinjaman adalah suatu hal yang wajar dilakukan oleh para pemilik bisnis demi mengembangkan usahanya.

Ada banyak sumber pinjaman untuk modal usaha yang bisa Anda manfaatkan. Seperti dari pinjaman bank, ataupun dengan mencari investor. Salah satu yang wajib Anda coba juga untuk bisa mendapatkan pinjaman modal usaha adalah dengan mengajukan pinjaman ke fintech pendanaan.

Meminjam dana melalui fintech pendanaan akan cukup menguntungkan bagi Anda. Ada beberapa hal yang bisa menjadi keunggulannya, dibandingkan mengajukan pinjaman bank. Antara lain nominal pinjaman dana tidak harus besar. Anda bisa mengajukan nominal sesuai kebutuhan, sehingga skema rencana pengembaliannya pun akan terasa lebih ringan.

Di samping itu, ada berbagai fasilitas yang ditawarkan—yang tidak bisa Anda dapatkan jika mengajukan pinjaman ke lembaga konvensional seperti bank. Salah satunya, invoice financing.

Meski demikian, Anda juga harus mengelola modal usaha yang Anda dapatkan melalui pinjaman dana di fintech pendanaan ini dengan sebaik mungkin. Pasalnya, risiko gagal bayar itu akan selalu ada. Jika sampai Anda mengalaminya, selain bisa mengancam keberlangsungan bisnis dan terkena tambahan biaya bunga dan denda, Anda juga akan berisiko memengaruhi credit score. Tentunya, hal ini sebisa mungkin dihindari, bukan?

Oleh karena itu, yuk, ikuti beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengelola modal usaha yang didapatkan melalui pinjamann dana ke fintech pendanaan.

Mengelola Modal Usaha yang Didapatkan dari Pinjaman Fintech Pendanaan

Rencanakan dengan Baik

Sebelum Anda akhirnya memutuskan untuk meminjam modal usaha dari fintech pendanaan, ada baiknya Anda membuat skema rencana dulu dengan sedetail mungkin.

Buat skema, mulai dari syarat yang diperlukan untuk mengajukan pinjaman, tujuan melakukan pinjaman, lengkapi juga laporan keuangan yang dibutuhkan, hingga bagaimana nanti pelunasannya.
Dengan membuat rencana yang sematang dan sedetail mungkin, maka pengelolaan modal usaha akan lebih efektif dan efisien, sehingga kewajiban yang timbul setelahnya juga dapat diselesaikan dengan baik.

Kemudian, setelah dibuat rencana, maka selanjutnya ikuti rencana tersebut dengan disiplin. Pastikan pinjaman dana modal usaha memang benar-benar digunakan untuk kebutuhan yang memang direncanakan. Jangan sampai dipergunakan untuk hal-hal lain yang tidak ada manfaatnya, apalagi malah dipakai untuk keperluan pribadi.

Semaksimal mungkin, hanya dipergunakan untuk keperluan yang memang sudah direncanakan. Jika ada kebutuhan lain yang sama pentingnya dan muncul kemudian, Anda harus membuat skema baru yang sesuai dengan kebutuhan yang baru.

Pastikan Punya Dana Darurat

Betul, dana darurat tak hanya penting untuk keuangan pribadi, tetapi juga dalam keuangan bisnis. Apalagi jika Anda berencana hendak meminjam dana untuk keperluan modal usaha. Dana darurat harus dipastikan aman terlebih dulu, sebelum Anda mengajukan.

Dana darurat merupakan salah satu bentuk manajemen risiko yang wajib dimiliki, baik Anda sebagai pribadi ataupun sebagai pemilik bisnis untuk usaha yang sedang Anda jalankan.

Lalu, seberapa besar dana darurat yang ideal untuk bisnis? Tergantung seberapa besar risiko usaha, dan juga pengeluaran Anda. Cermati lagi laporan keuangan yang sudah dimiliki, maka dari situ Anda akan bisa tahu, sebaiknya seberapa besar dana darurat yang harus disediakan.

Lakukan Pengelolaan Pemasukan Bisnis Sebaik Mungkin

Umumnya, pemilik bisnis akan mengalokasikan pengembalian pinjaman dana dari keuntungan bisnis yang didapat. Karena itu, strategi pengelolaannya haruslah tepat. Karena kalau tidak, bisa berakibat fatal terhadap pengembangan modal usaha yang sudah Anda dapatkan.

kenario terburuk, Anda bisa saja mengalami gagal bayar, jika ternyata keuntungan habis digunakan untuk biaya operasional tanpa ada alokasi untuk pengembalian.

Karena itu, disiplin terhadap skema rencana yang dibuat itu sangat penting.

Jika Anda adalah pemilik bisnis, maka ambillah gaji seperti halnya karyawan biasa. Laba bersih perusahaan semaksimal mungkin dipakai untuk pengembalian modal usaha sampai selesai. Dengan demikian, pinjaman akan terjamin aman cicilan atau pengembaliannya, dan Anda tak perlu berisiko gagal bayar sehingga bisa menghindarkan diri dari terkena beban tambahan seperti denda.

Buatlah laporan keuangan yang komprehensif untuk mencatat setiap dana yang keluar dan masuk, dan pantau neraca Anda. Setiap angsuran atau pengembalian pinjaman dana modal usaha harus ditulis secara lengkap dan detail, agar memudahkan Anda memonitor posisi utang. Dengan laporan keuangan yang baik, Anda juga akan bisa memastikan bisnis berjalan baik dan sehat.

Demikian beberapa tip pengelolaan pinjaman dana modal usaha dari fintech pendanaan yang bisa dilakukan oleh seorang pemilik bisnis.

Yuk, segera ajukan pinjaman dana Anda. Pastikan hanya meminjam dana modal usaha dari platform fintech pendanaan anggota AFPI yang sudah terdaftar dan berizin di OJK ya.