Hai, Peminjam Dana, Kelola Keuangan Dengan Baik yuk, Agar Terhindar dari Gagal Bayar

AFPI

Share:

Mengelola keuangan adalah jalan terbaik menuju fase mapan secara finansial dan juga menghindari gagal bayar atas pinjaman dana. Banyak hal positif yang bisa Anda peroleh ketika bisa mengelola keuangan dengan baik.

Sekarang ini semua serba dimudahkan, mulai dari mengelola keuangan, pinjaman dana, dan mengembangkan dana. Semua tergantung dari Anda,melihat keuangan itu sendiri seperti apa dan tujuan keuangan Anda apa.

Sebelum Anda memutuskan untuk pinjam dana di fintech pendanaan bersama atau P2P lending maupun ke bank dan lembaga keuangan lainnya, ada baiknya Anda bisa mengecek terlebih dahulu 3 hal di bawah ini.

3 Hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan melakukan pinjaman dana

  1. Pinjaman dana disesuaikan dengan kemampuan keuangan

Tak ada yang mau berhutang sepanjang hidup. Setuju? Namun, ada saja kondisi yang membuat Anda terdesak hingga dengan berat hati harus melakukan pinjaman dana.

Jika ini terjadi, hal pertama yang harus Anda pastikan adalah sesuaikan pinjaman dana dengan kemampuan keuangan Anda.

Mengelola keuangan saat Anda ingin mengajukan pinjaman dana bisa menggunakan ‘rumus’ di bawah ini dari penghasilan Anda per bulan :

  • 30% biaya hidup

  • 30% cicilan pinjaman

  • 15% pengembangan dana

  • 10% dana darurat

  • 10% gaya hidup

  • 5% zakat, infaq, sedekah

Yang jadi pertanyaan, berapa sih ‘porsi’ hutang yang ideal agar keuangan keluarga tidak terganggu? 30%.

30% hutang ini sudah termasuk semua cicilan ya. Bagaimana kalau lebih dari 30%? Berarti Anda harus memangkas biaya hidup atau gaya hidup ditiadakan.

  1. Jangan mengajukan pinjaman dana untuk kebutuhan konsumtif

Ini adalah masa di mana semua aspek kehidupan bisa dipamerkan melalui media sosial. Dan tak sedikit orang yang terjurumus akan gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya, meminjam uang demi liburan mewah ke Maldives. Ini hanya kesenangan sesaat saja, selesai liburan Anda akan pusing membayar cicilan.

Sebaiknya Anda bisa mengontrol diri, menganalisa lagi kebutuhan seperti apa yang akan Anda beli, apakah bermanfaat atau tidak.

  1. Disiplin membayar cicilan tepat waktu

Anda harus memastikan terlebih dahulu sebelum meminjam dana bahwa di tanggal jatuh tempo cicilan, Anda sudah memiliki dana tersedia untuk dibayarkan. Jangan sampai Anda menunggak, karena risiko gagal bayar itu tidak mengenakan, salah satunya Anda bisa masuk ke daftar hitam OJK.

Jika Anda sudah siap dengan tiga hal di atas sebelum melakukan pinjaman dana, ini ada beberapa tips agar Anda bisa mengelola keuangan agar terhindar dari risiko gagal bayar.

7 Tips mengelola keuangan untuk menghindari gagal bayar

  1. Break down bujet per bulan 

Terlihat mudah memang, tapi tak banyak orang yang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal ini sangat penting dalam mengelola keuangan agar Anda disiplin dalam hal pengeluaran.

Misalnya, untuk pengeluaran rumah (makan) Anda targetnya 1jt per bulan berarti per minggu 250k. Per minggu Anda bisa mencatat menu apa saja yang akan dimasak, jadi memudahkan Anda dalam membelanjakan uang tersebut.

  1. Selalu catat keuangan

Ini nih yang selalu dilewatkan oleh banyak orang. Malas mencatat keuangan! Padahal dalam mengelola keuangan ini penting agar Anda bisa tahu ke mana aliran dana tiap bulannya. Karena kadang kala kita membelanjakan uang untuk hal tidak perlu dan karena tidak dicatat jadi bingung ke mana duitnya.

Jangan tunda lagi untuk mencatat keuangan. Sekarang ini banyak kok aplikasi pencatatan keuangan yang simpel, Anda bisa mengisi setiap hari dan memantau aliran dana.

  1. Kurangi jajan makanan

Secara tak sadar, jajan makanan ini merupakan pengeluaran ‘tak terlihat’ yang paling banyak menyedot dana per bulan. Bener nggak?

Tawaran diskon dari aplikasi online sungguh menggiurkan, apalagi kalau lagi mager malas masak, aplikasi pemesanan makanan online adalah penyelamat! Sesekali memesan sih tidak masalah tapi kalau tiap hari? Bisa tekor.

Ada jalan yang bisa Anda lakukan agar keuangan tetap terjaga walau jajan makanan tiap minggu. Yaitu sisihkan uang misalnya 200k tiap bulan untuk jajan dan displinkan diri. Jika bujet sudah habis, ya berhenti. Jika Anda tidak memiliki dana lebih? Masak sendiri adalah jalan terbaik.

  1. Stop belanja kebutuhan konsumtif

E-commerce tumbuh subur tiap tahun. Diskon yang ditawarkan pun gila-gilaan. Jadi, tak heran jika Anda sudah duduk manis mantengin e-commerce membeli barang yang secara kebutuhan tidak terlalu diperlukan, karena hanya ingin memuaskan hasrat belanja saja.

Jangan mudah tergiur dengan diskon, cobalah untuk kontrol diri. Sebelum membeli, coba cek lebih dulu apakah barang tersebut ada di rumah atau tidak. 

  1. Cari penghasilan tambahan

Anda punya keterampilan motret, crafting, menulis? Jangan sia-siakan keterampilan tersebut. Karena Anda bisa mendapatkan uang dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki.

Misalnya, Anda bisa membuka kursus online motret, menjual hasil crafting atau menjadi content writer. Memang pertumbuhannya tidak cepat tapi bisa stabil menghasilkan uang tiap bulannya.

  1. Mengembangkan dana

Ingin mapan finansial berarti Anda harus bisa menyisihkan sebagian dana untuk pengembangan dana. Dengan melakukan pengembangan dana, berarti Anda sudah menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri dan keluarga.

Sekarang tidak ribet untuk urusan pengembangan dana. Banyak jenis pengembangan dana yang bisa Anda pilih, Anda hanya butuh menyesuaikan dengan tujuan dan profil risiko. Bermodalkan seratus rupiah juga, Anda sudah bisa mengembangkan dana di fintech pendanaan bersama.

  1. Miliki lebih dari satu rekening

Anda bisa membuka dua rekening dari bank yang berbeda untuk mengelola keuangan. Rekening bank A, bisa Anda gunakan untuk dana kebutuhan bulanan seperti terima gaji, bayar tagihan, cicilan, belanja bulanan. Rekening bank B bisa Anda gunakan untuk tabungan, dana darurat, fee dari pekerjaan sampingan.

Jadi, ke depannya mengelola keuangan pun semakin mudah. Pengeluaran dan tabungan tidak akan tercampur sehingga membuat Anda bingung.

Kesimpulan

Tak ada kata terlambat untuk mengelola keuangan. Apabila sebelumnya pengelolaan keuangan Anda begitu buruk, sekarang saatnya untuk memperbaiki. Karena kunci agar tidak gagal bayar saat Anda menjadi peminjam dana adalah mengelola keuangan dengan tertib.