Edukasi Lender & Borrower Milenial, AFPI Gencarkan Manfaat Fintech Pendanaan Bersama Sebagai Solusi Keuangan yang Baik

AFPI

Share:

MENGENALKAN MILENIAL AKAN FINTECH PENDANAAN SEBAGAI BISNIS MASA DEPAN

AFPI Goes to Campus Februari 2021

Akademisi kampus memiliki daya tarik yang tingin sangat tertarik untuk mengenal dan memehami lebih dalam tentang Fintech khususnya Fintech Pendanaan. Fintech Pendanaan sendiri dinilai mereka menjadi inovasi di sektor keuangan yang menjadi tren saat ini dan memberikan pengaruh kepada masyarakat secara luas dengan memberikan akses terhadap produk keuangan, sehingga transaksi menjadi lebih praktis dan efektif.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sebagai wadah bagi penyelenggara Fintech Pendanaan di Indonesia gencar mengenalkan cara kerja Fintech Pendanan dan manfaatnya dalam sektor pendanaan di masyarakat di antaranya ialah proses bisnis lebih akurat, jangkauan bisnis lebih luas, durasi penyampaian informasi lebih cepat dan efisien.

Tak hanya itu, sektor pendidikan pun menjadi salah satu fokus pembiayaan di Fintech Pendanaan. Hal ini menunjukkan Fintech Pendanaan menjadi layanan keuangan berbasis teknologi yang semakin digemari oleh masyarakat, pelaku UMKM, dan milenial dalam mengakses pembiayaan. 

AFPI sendiri terus berkomitmen untuk menghadirkan pendanaan yang aman dan nyaman dengan menjaga kualitas para pelaku di industri ini dengan menawarkan kecepatan layanan, kolaborasi dengan berbagai ekosistem keuangan, serta model bisnis yang simple dengan tetap mengedepan perlindungan konsumen. 

Kepala Bidang Edukasi, Literasi dan Riset AFPI Entjik S. Djafar
Fintech Pendanaan merupakan bisnis masa depan. Peningkatan pemahaman dan edukasi Fintech Pendanaan secara konsisten akan terus dijalankan agar masyarakat semakin memahami bagaimana memanfaatkan Fintech Pendanaan sebagai solusi keuangan produktif mereka

Juru Bicara AFPI, Andi Taufan Garuda Putra
Fintech Pendanaan semakin relevan sebagai solusi pembiayaan digital saat ini khususnya di masa Pandemi Covid-19. Selama pandemi ini transformasi digital terjadi dengan cepat dan menjadi pilihan utama masyarakat dikarenakan aktivitas masyarakat menjadi sangat bergantung kepada layanan-layanan digital, termasuk Fintech Pendanaan 

Momentum ini tentunya menjadi potensi besar bagi Fintech Pendanaan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia apalagi masih terdapat 46,6 juta pelaku UMKM dan 132 juta individu Indonesia yang belum memiliki akses kepada kredit. Fintech Pendanaan juga berkolaborasi dengan 12 kategori layanan pendukung lainnya dalam rangka memberikan layanan yang semakin aman, cepat, dan mudah bagi pengguna. Ke-12 kategori tersebut yakni E-KYC digital signature dan e-stamp; E-credit information dan scoring; InsurTech, E-guarantee, dan E-insurance; Digital banking, Escrow & virtual account; E-collection; RegTech; E-Pawn; E-capital market; Big data, Atrificial Intelligence, E-robo advisor; E-blockchain; dan E-payment.

Tips Aman Jadi Lender Fintech Pendanaan

Fintech Pendanaan membuka pilihan khususnya bagi milenial sebagai pemula dalam berinvestasi. Ini tips amannya

1.    Melakukan diversifikasi pendanaan yang beragam dan jangan dikonsentrasikan di satu sektor atau platform saja
2.    Melakukan riset lebih dalam platform-platform yang akan dipilih. Ini tergantung pada jumlah dana yang akan diinvestasikan.
3.    Menginvestasikan dana dalam jangka panjang sehinggi dapat mendapatkan keuntungan yang optimal. Baiknya ketika ketika sudah mendapatkan untung maka keuntungan tersebut diinvestasikan kembali sehingga menimbulkan compounding effect di mana keuntungan yang diperoleh akan lebih signifikan

Share: